Antitesa.com – Warga Kp. Galumpit, Kel. Kota Kulon, Kec. Garut Kota, Kab. Garut, tengah berbahagia. Cita-cita mereka agar kampungnya bisa memiliki mesjid sendiri, akan segera terealisasi.

Ini setelah Forum Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Garut (FPPMG) serta Serikat Petani Pasundan (SPP), menghibahkan sebidang tanah untuk warga mendirikan mesjid.

“Alhamdulillah, malam ini kami segenap keluarga besar aktivis FPPMG serta Pengurus SPP merealisasikan wakaf tanah untuk mesjid dan fasilitas penunjang madrasah di kampung Galumpit, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut,” kata Agustiana, pendiri FPPMG sekaligus Sekretaris Jenderal (Sekjen) SPP, Rabu, (15/9/2021).

Syukuran warga atas hibah tanah (foto: spp-fppmg)

“Di tengah kondisi ekonomi yang sulit sekarang, semangat warga untuk memajukan kualitas pendidikan anak patut di apresiasi.
Semangat belajar anak-anak di sini juga tinggi. Setiap malam, mereka antusias mengaji di salah satu rumah yang berada tepat di belakang gedung pelatihan SPP. Daya tampung rumah ustad yang sekaligus jadi tempat anak-anak belajar mengaji selalu penuh. Sudah selayaknya diperluas. Semoga ini bisa menjadi jalan bagi kemajuan dan kemuliaan kehidupan mereka kelak,” katanya.

Abas Abdul Basith, warga sekaligus guru mengaji di kampung tersebut, tampak tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. “Kami sangat bersyukur, melalui tanah wakaf ini cita-cita warga kampung akhirnya bisa segera terpenuhi. Setelah ini kami akan bergotong-royong membangun mesjid. Alhamdulillah,” ucapnya.

Beragam apresiasi pun bermunculan. Salah satunya dari Dadan Nugraha Ibrahim, salah seorang aktivis di Kota Garut.

“Semoga apa yang dicontohkan pendiri FPPMG sekaligus Sekjen SPP Agustiana, membawa berkah dan menjadi inspirasi bagi generasi selanjutnya. Generasi penerus. Itulah sejatinya wujud dari kerja-kerja aktivisme yang dicontohkan beliau; konsisten berjuang di tengah rakyat, untuk menjaga agar minimal rakyat tetap bisa tersenyum bahagia,” kata Dadan.(*)

Share this: